Langsung ke konten utama

Pengalaman

 

Hari itu saya memulai aktifitas seperti biasanya, namun pada saat bersamaan ibu datang menghampiri dan meminta saya untuk menemani nya ke salah satu Bank yang ada wilayah yang berbeda dengan kecamatan kami. Saya pun segera bergegas untuk memenuhi keinginan ibu untuk menemani nya.  Tibalah kami di Bank tersebut, saat akan masuk ke dalam bank security bertanya ada keperluan apa ? saya menjawab seperti biasanya” untuk ke meja Coustumer Service”,  karena ini kali kedua saya kembali ke Bank tersebut. Dan security meminta kami untuk menunggu diluar dengan waktu yang menurut saya lumayan lama. Setelah nomor antrian kami di panggil ternyata saya tidak diperbolehkan masuk, hanya ibu saya saja yang dizinkan masuk. dan saat itu saya hanya tersenyum dan berkata “okey”.

Tidak lama kemudian, security memanggil saya untuk masuk mendampingi ibu saya,  saat saya masuk CS tersebut langsung memanggil saya dan menjelaskan kepada saya bahwa mereka tidak berani mencairkan dana yang akan dibuka pada rekening ibu saya, lalu saya menjelaskan hal yang sama seperti saat kami datang seminggu sebelum nya, namun saat CS tersebut juga tetap tidak mau dan tidak berani maka saya tanyakan kembali kepada mereka “ Surat apalagi yang harus saya lampirkan agar ibu saya bisa mencairkan dana tersebut ?” dia hanya diam dan menjawab “ kami juga tidak tau dek, kami juga binggung harus gimana” kami takut di tuntut.

Lalu dia mencoba mengarahkan saya untuk melihat komputer nya yang berisakan data para penerima bantuan untuk seluruh Indonesia. Dia menjelaskan bahwasaanya saya pegang data ini untuk seluruh Indonesia dek bukan hanya untuk wilayah ini saja. Saya tidak berani mengelurkan dana tersebut karena terjadi suatu kesalahan.

Lalu CS berkata “ kita cek lagi ya, biar adek lihat langsung” dan saya hanya menjawab “ iya”. Saat sedang di cek dan hasil nya keluar dia menjelaskan lagi, kami tidak berani. Kami takut di tuntut oleh si ibu ini jika dia datang ke Bank ini dan meminta kami mengganti rugi.

Saya juga mengatakan “lantas bagaimana dengan surat resmi yang saya bawa langsung dari Dinas yang bersangkutan ? apakah itu tidak cukup menjadi bukti yang kuat ? data inikan dari Dinas tersebut, dan hanya terjadi sedikit kesalahan saja,. dan mereka sudah mengelurkan surat bahwa memang salah pengetikan, dan tidak ada atas nama “N****” didata tersebut. Yang ada hanya  data ibu saya dengan kesalahan  pengetikan satu angka saja di data tersebut.

Dan ternyata Cs tersebut tetap tidak berani mencairkan dana tersbeut untuk ibu saya hanya karena kesalahan 1 angka saja,. Lalu saya bertanya lagi, anggaplah si “N****”  suatu hari nanti mengetahui ini, apakah pihak BANK akan mengeluarkan dana tersebut untuk si  “N****” sedangkan saya sudah memastikan ke Dinas terkait bahwa si “N****”  tidak ada datanya di Dinas tersbut. Dan Pihak Dinas juga  sudah membenarkan tidak ada Data N****, apakah pihak bank tetap akan mencairkan dana tersebut untuk N**** ??!?

CS nya pun menjawab “IYA”, 

lalu saya heran dan bertanya “ lho kok bisa ?” kan dia datanya ga ada, kenapa bisa dicairkan untuk N**** ??!#%

CS nya menjawab “Karena dia membawa Identitasnya, dan No identitasnya ada Meskipun Data yang ada Atas Nama IBU kamu dek.

Lalu saya sedikit mengerutkan kening dan berfikir kenapa pihak BANK bisa memutuskan hal seperti itu ? padahal data N**** tidak ada, yang ada hanya data ibu saya, tetapi mereka tidak berani mencairkan dana tersebut untuk ibu saya dan akan membuat surat pergantian Nama Ibu saya menjadi data  “N****..,, dan CS tersebut mengatakan kami hanya pegang Data DU****** jadi kami hanya akan mengeluarkan surat pergantian nama dari Ibu kamu menjadi N**** jika dia datangg dengan membawa KTP nya.

Saat CS mengatakan hal tersbut saya diam dan berfikir, Bukankah bantuan dana ini melauli DI******** ? lalu kenapa sekarang mereka memakai data DU******  ?, Kenapa pihak Bank juga memutuskan dengan sepihak untuk mengganti data Ibu saya dengan data N**** ?  alasan mereka awalnya mereka takut di tuntut oleh N**** lalu jika pihak Bank mengganti data Ibu saya dengan data N**** bukankah itu menyalahi aturan juga ?

???@”%$#!??? Ah sudahlah, tidak ingin memperpanjang nya , maka saya anggap ini bukan rezeki IBU saya, mungkin nanti Allah beri Rezeki di tempat lain dari arah yang tidak kami duga.                                                             

karena saya juga bukan orang yang terlalu ahli dalam berbicara, dan mengetahui banyak hal juga berdebat maka saya tidak ingin memperpanjangkan masalah ini lagi, saya dan ibu saya sudah mengikhlaskan jika memang Pihak Bank memtuskan hal tersebut dan kami menganggap masalah ini sudah selesai dan tidak ada masalah lagi.

Sebenarnya saya menulis ini bukan untuk mencari simpatik dari orang lain, menyalahkan pihak ini dan itu. tapi saya mau, kita semua termasuk saya untuk lebih teliti dalam bekerja, karena kesalahan sekecil apapun itu akan membawa suatu dampak yang merugikan bagi yang dirugikan dan berdampak keberuntungan bagi yang merasa di untungkan. Mohon Maaf jika tulisan saya ini membuat hati/ pikiran orang yang pernah mengatakan hal tersebut tersinggung.

 

                                                                                                                        J Terimakasih

 


Komentar