Langsung ke konten utama

Uwais Al-Qarni


Uwais Al-Qarni


Assalamu’alaikum Wr. Wb

Pernahkah anda rindu dengan seseorang yang belum pernah anda temui sebelumnya ? Bahkan anda tidak tahu bagaimana parasnya, tetapi anda bisa rindu sampai menanggis ?
Pernah ?

Kali ketiga saya merasakan itu. Yang pertama ketika membaca tentang Rasulullah SAW, kedua tentang Urwah Bin Zuabair dan pagi ini tentang Uwais Al-Qarni.

Sudah tidak perlu diceritakan lagi bagaimana perjuangan Rasulullah SAW untuk kita semua yang ada muka bumi ini. Seorang khalifah yang begitu luar biasa melekat dalam hati kita dan juga seorang Urwah yang terkena tumor. Penyakit yang mampu menggerogoti tubuh dari dalam. Agar tidak menjalar pada tubuh yang lain, maka Kaki Urwah harus diamputasi. Dokter menyarankan meminum alhokol supaya nanti saat di amputasi tidak merasakan sakit namun ia menolak meminum alkohol atau dibius.

Sekarang, setengah hari ini saya habiskan waktu dengan membaca kisah Uwais Al-Qarni seorang pemuda istimewa di mata Rasulullah, Seorang pemuda berpenyakit sopak. Walaupun ia adalah pemuda cacat ia adalah pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya, seorang wanita tua yang lumpuh. Terharu sekali ketika membaca kisahnya bagaimana ia terus berusaha dan berjuang untuk mewujudkan keinginan ibunya untuk ikhtiar mengerjakan haji.

Uwais terus berfikir mencari jalan keluar bagaimana ia bisa mewujudkan keinginan ibunya. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu, ia membuat kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. “Uwais gila…. Uwais gila…” setiap orang yang melihat tingkah aneh nya tersebut.

Namun, tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit, makin hari lembu itu semakin besar dan semakin besar pula tenaga uwais yang diperlukan. Tetapi kerena latihan setiap hari anak lembu yang sudah besar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga otot uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah kalian maksud Uwais menggendong lembu setiap hari ? ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya, Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah!  Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya wukuf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Dihadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdo’a.

“Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais.

“Bagaimana dengan dosamu ?” Tanya sang ibu keheranan,

Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.” Itulah keinginan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah subhanu wata’ala pun memberikan karunia untuknya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopak nya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Masha Allah…

“Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup,  dan Allah membenci padamu banyak bicara , dan banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta  (menghamburkan kekayaan).” (HR Bukhari Muslim).

Saya tidak menceritakan kisahnya panjang lebar, saya hanya ingin kita semua termasuk saya dan semua orang yang akan membaca ini untuk mengintropeksikan diri bahwa fisik dan kemapaman saja tanpa iman dan ilmu tidak akan pernah cukup untuk bekal hidup didunia.

Lantas apa yang harus disombongkan dengan memiliki fisik yang sempurna dan kekayaan yang berlimpah namun tidak bisa membahagiakan IBUMU dan terlebih sering nge-judge orang yang memiliki kekurangan ?.

Uwais Al Qarni, adalah sosok yang sangat berbakti kepada orang tua, dan itu sesuai dengan sabda Rasulullah ketika beliau ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR Ibnu Majah).

Semoga kita diberikan umur panjang untuk menjadi insan yang beriman dan berilmu. Semoga kita bisa lebih mensyukuri nikmat yang Allah berikan untuk memenuhi seluruh perintah-Nya. Semoga kita diberikan kesempatan berkumpul dengan khalifah dan orang- orang yang kita cintai  di  Jannah-Nya. Dan semoga kita diberikan umur dan rizki untuk safar ke Masjiidl Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha.

Aamiin ya rabbal alaamiin.







Komentar